Menguji Adrenalin: 5 Kuliner Berbahaya yang Menggoda Para Pemberani Makanan

Menguji Adrenalin: 5 Kuliner Berbahaya yang Menggoda Para Pemberani Makanan

 79percentclock.com - Makanan sering kali menjadi cerminan budaya dan keberanian manusia dalam mengeksplorasi rasa. Namun, di balik kelezatan dan keunikan, ada beberapa hidangan di dunia yang menyimpan risiko besar bagi nyawa. Berikut adalah lima makanan paling berbahaya yang terkenal karena bahayanya, mulai dari racun mematikan hingga risiko tersedak yang fatal. Artikel bekerjasama dengan sumber ini.


5 Makanan Lezat Tetapi Beresiko

Keju Maggot asal Italia yang beresiko untuk kesehatan tetapi lezat

1. Maggot Cheese (Casu Marzu) - Italia

Casu Marzu, keju tradisional dari Sardinia, Italia, mungkin terdengar seperti mimpi buruk bagi sebagian orang. Keju ini dibuat dari susu domba dan dibiarkan membusuk dengan bantuan larva lalat keju (Piophila casei). Larva-larva ini hidup di dalam keju, mencerna lemaknya, dan menghasilkan tekstur lembut yang khas. Namun, apa yang membuatnya berbahaya?

Keju ini sering kali tidak higienis karena proses fermentasinya yang melibatkan serangga hidup. Jika larva tidak mati sebelum dikonsumsi, mereka bisa bertahan di saluran pencernaan manusia dan menyebabkan masalah serius seperti muntah, diare, atau bahkan perforasi usus yang dikenal sebagai myiasis. Selain itu, Casu Marzu dilarang di banyak negara karena alasan kesehatan, menjadikannya salah satu makanan paling berisiko di dunia.

2. Blood Clams (Kerang Darah) - China

Kerang Darah, atau yang dikenal sebagai Tegillarca granosa, adalah makanan laut populer di Shanghai, China. Dinamakan demikian karena kandungan hemoglobinnya yang tinggi membuatnya berwarna merah mirip darah. Biasanya, kerang ini hanya direbus sebentar sebelum disajikan, dan di sinilah letak bahayanya.

Kerang Darah hidup di perairan dangkal yang sering tercemar limbah manusia, sehingga mereka menyerap bakteri dan virus berbahaya seperti hepatitis A, typhoid, dan disentri. Pada tahun 1988, lebih dari 300.000 orang di China dilaporkan terinfeksi hepatitis akibat mengonsumsi kerang ini. Proses pemasakan yang singkat tidak cukup untuk membunuh patogen tersebut, menjadikannya ancaman kesehatan yang serius.

3. Ackee Fruit (Buah Aki) - Jamaika

Buah Ackee adalah makanan nasional Jamaika yang sering disajikan bersama ikan asin sebagai hidangan tradisional. Bentuknya yang cantik dan rasanya yang lezat menyembunyikan bahaya besar jika tidak diolah dengan benar. Ackee mengandung racun bernama hypoglycin A dan hypoglycin B, terutama pada buah yang belum matang atau bagian bijinya yang hitam.

Jika dikonsumsi sebelum matang sempurna—yaitu saat buah belum terbuka secara alami—racun ini dapat menyebabkan penyakit yang disebut Jamaican Vomiting Sickness. Gejalanya meliputi muntah hebat, penurunan gula darah drastis, kejang, hingga koma atau kematian. Bahkan di Jamaika, kasus keracunan Ackee masih terjadi, menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam pengolahannya.

4. Fugu (Ikan Buntal) - Jepang

ikan fugu atau buntal asal jepang yang akan diolah untuk dimasak dan dimakan

Fugu, atau ikan buntal, adalah hidangan mewah di Jepang yang terkenal karena risiko mematikannya. Ikan ini mengandung tetrodotoxin, racun saraf yang 1.200 kali lebih kuat daripada sianida, terutama di organ dalam seperti hati, ovarium, dan usus. Hanya sedikit saja racun ini bisa menyebabkan kelumpuhan otot, sesak napas, dan kematian dalam hitungan jam jika tidak ditangani.

Meski berbahaya, Fugu tetap diminati karena rasanya yang unik. Di Jepang, hanya koki berlisensi yang dilatih selama bertahun-tahun yang boleh mengolahnya, dengan teknik khusus untuk membuang bagian beracun. Namun, kesalahan kecil dalam prosesnya bisa berakibat fatal—tercatat beberapa kasus kematian setiap tahunnya akibat Fugu yang salah olah, menjadikannya simbol keberanian kuliner.

5. Sannakji (Gurita Hidup) - Korea Selatan

Sannakji adalah hidangan ekstrem dari Korea Selatan yang terdiri dari gurita hidup atau baru dipotong, disajikan dengan saus gochujang atau minyak wijen. Ketika disajikan, tentakel gurita masih bergerak-gerak karena aktivitas saraf yang tersisa, memberikan sensasi unik bagi penikmatnya. Namun, di balik keunikannya, ada bahaya nyata.

Tentakel yang masih aktif bisa menempel di tenggorokan atau kerongkongan saat ditelan, menyebabkan risiko tersedak yang fatal. Menurut laporan, rata-rata enam orang meninggal setiap tahun di Korea Selatan karena tersedak Sannakji. Hidangan ini menuntut kehati-hatian ekstra—pengunyahannya harus sempurna agar tidak berubah menjadi pengalaman terakhir.

-- Kesimpulan

Kelima makanan ini dianggap berbahaya karena mengandung racun alami, risiko kontaminasi bakteri/virus, atau cara penyajian yang ekstrem. Casu Marzu membawa risiko infeksi dari larva hidup, Blood Clams terkontaminasi patogen mematikan, Ackee mengandung racun jika salah olah, Fugu penuh dengan tetrodotoxin yang mematikan, dan Sannakji mengancam dengan risiko fisik tersedak. Meski begitu, popularitasnya tetap bertahan karena nilai budaya, sensasi, dan rasa yang ditawarkan—bukti bahwa manusia sering kali tertantang untuk menaklukkan apa yang berbahaya.

Jadi, jika Anda berniat mencoba salah satu dari makanan ini, pastikan Anda memahami risikonya dan hanya mempercayakan pengolahannya kepada ahli. Keberanian kuliner memang menggoda, tapi keselamatan tetap nomor satu!


Share:
Next Post Previous Post