Nishiyama Onsen Keiunkan: Hotel Tertua di Dunia yang Masih Berdiri Kokoh di Jepang

Nishiyama Onsen Keiunkan: Hotel Tertua di Dunia yang Masih Berdiri Kokoh di Jepang

79percentclock.com - Di tengah pegunungan yang tenang di Prefektur Yamanashi, Jepang, berdiri sebuah penginapan yang bukan hanya sekadar tempat menginap, tetapi juga saksi bisu sejarah selama lebih dari satu milenium. Nishiyama Onsen Keiunkan, didirikan pada tahun 705 Masehi, memegang gelar sebagai hotel tertua di dunia yang masih beroperasi hingga saat ini, sebuah prestasi yang diakui oleh Guinness World Records. Dengan usia lebih dari 1.300 tahun, ryokan (penginapan tradisional Jepang) ini menawarkan perpaduan unik antara warisan budaya, keindahan alam, dan ketahanan waktu yang luar biasa. Sumber: https://hotelalam.id/.



Nishiyama Onsen Keiunkan, hotel tertua di dunia yang masih berdiri dan beroperasi di Jepang

Sejarah Panjang Nishiyama Onsen Keiunkan

Nishiyama Onsen Keiunkan didirikan oleh Fujiwara Mahito, seorang bangsawan pada masa periode Nara di Jepang, tepatnya di era ketika Kekaisaran Jepang sedang memperluas pengaruhnya. Lokasinya yang strategis di dekat mata air panas alami Hakuho di kawasan pegunungan Akaishi menjadikannya tempat ideal untuk istirahat dan penyembuhan. Sejak saat itu, penginapan ini terus melayani tamu dari berbagai kalangan, termasuk samurai, panglima perang seperti Tokugawa Ieyasu, hingga anggota keluarga kekaisaran, termasuk Kaisar Naruhito di masa modern.

Yang membuatnya luar biasa adalah pengelolaannya yang diwariskan secara turun-temurun. Hingga tahun 2017, Keiunkan dikelola oleh 52 generasi dari keluarga yang sama, sebuah tradisi yang mencerminkan dedikasi dan komitmen terhadap warisan leluhur. Namun, setelah generasi terakhir tidak ada yang bersedia melanjutkan, pengelolaannya dialihkan ke perusahaan swasta, meskipun semangat pelayanan tradisional tetap dipertahankan.

pemandian air panas di Nishiyama Onsen Keiunkan

Daya Tarik Utama: Pemandian Air Panas dan Suasana Tradisional

Keiunkan terkenal karena pemandian air panasnya (onsen) yang bersumber langsung dari mata air Hakuho, yang konon memiliki khasiat menyembuhkan berbagai penyakit dan merelaksasi tubuh. Terdapat beberapa jenis pemandian, baik dalam ruangan maupun terbuka (rotenburo), yang memungkinkan tamu menikmati air panas sambil memandang keindahan pegunungan atau langit berbintang. Suhu air yang hangat dan mineral alami menjadi magnet utama bagi wisatawan, baik domestik maupun internasional.

Penginapan ini memiliki 37 kamar yang dirancang dengan gaya tradisional Jepang. Lantai tatami, pintu geser shoji, dan ranjang futon menciptakan suasana autentik yang membawa tamu kembali ke era feodal Jepang. Setiap kamar juga menawarkan pemandangan alam, mulai dari hutan hijau di musim panas hingga salju putih di musim dingin, menambah kesan damai dan jauh dari hiruk-pikuk kota.

Pengalaman Kuliner dan Pelayanan

Menginap di Keiunkan tidak lengkap tanpa mencicipi hidangan kaiseki, masakan tradisional Jepang yang terdiri dari beberapa hidangan kecil berbahan dasar musiman. Makanan disajikan dengan presentasi artistik, menggunakan bahan-bahan lokal segar dari Yamanashi, seperti ikan sungai, sayuran gunung, dan sake khas daerah. Pelayanan di sini juga mencerminkan keramahan Jepang (omotenashi), di mana staf berusaha memastikan setiap tamu merasa istimewa.

Modernitas dalam Tradisi

Meski usianya sangat tua, Keiunkan tidak sepenuhnya terpaku pada masa lalu. Penginapan ini telah mengalami beberapa renovasi untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan tamu modern, seperti penambahan fasilitas listrik, pemanas, dan akses Wi-Fi di area tertentu. Namun, renovasi dilakukan dengan hati-hati agar tidak mengubah karakter asli bangunan dan suasananya. Bahkan, beberapa bagian struktur kayu tua masih dipertahankan sebagai bukti sejarah.

Harga dan Aksesibilitas

Menginap di hotel tertua di dunia ini memang tidak murah. Tarif per malam berkisar antara 400 hingga 500 dolar AS (sekitar Rp6-7 juta, tergantung kurs), sudah termasuk makan malam kaiseki dan sarapan tradisional Jepang. Harga ini sebanding dengan pengalaman unik yang ditawarkan, baik dari segi sejarah maupun kenyamanan. Untuk mencapai Keiunkan, tamu bisa naik kereta dari Tokyo ke Stasiun Kofu (sekitar 2 jam), lalu melanjutkan perjalanan dengan bus atau taksi selama 1 jam ke lokasi di kawasan Hayakawa.

Makna Budaya dan Daya Tahan

Keberadaan Nishiyama Onsen Keiunkan bukan hanya soal bisnis perhotelan, tetapi juga simbol ketahanan budaya Jepang. Dalam 1.300 tahun, penginapan ini telah bertahan dari gempa bumi, perang, dan modernisasi yang mengubah wajah Jepang. Ia menjadi bukti bahwa tradisi, jika dijaga dengan baik, bisa hidup berdampingan dengan perkembangan zaman.

Harga dan Biaya

Biaya penginapan di Nishiyama Onsen Keiunkan, hotel tertua di dunia yang terletak di Prefektur Yamanashi, Jepang, bervariasi tergantung pada musim, tipe kamar, dan fasilitas yang dipilih. Berdasarkan informasi terbaru yang tersedia, tarif per malam biasanya berkisar antara 400 hingga 500 dolar AS (sekitar Rp6,2 juta hingga Rp7,8 juta dengan kurs Rp15.500 per dolar AS pada Maret 2025). Harga ini umumnya sudah termasuk makan malam kaiseki (hidangan tradisional Jepang) dan sarapan, yang merupakan bagian dari pengalaman menginap di ryokan ini.

Namun, harga bisa lebih tinggi untuk kamar-kamar spesial, seperti yang dilengkapi dengan pemandian air panas pribadi (onsen pribadi), atau pada musim ramai seperti musim gugur (untuk melihat daun merah) dan musim dingin (untuk suasana bersalju). Sebaliknya, harga bisa sedikit lebih rendah pada musim sepi, seperti bulan Mei atau Januari.

Sebagai catatan, lokasinya yang terpencil di pegunungan juga berarti kamu perlu mempertimbangkan biaya transportasi tambahan, seperti sewa mobil dari Tokyo (sekitar 3 jam perjalanan) atau shuttle dari Stasiun Minobu, yang memerlukan reservasi terlebih dahulu. Jadi, total biaya pengalaman menginap di sini bisa lebih dari sekadar tarif kamar saja!

Kesimpulan

Nishiyama Onsen Keiunkan adalah lebih dari sekadar hotel; ia adalah warisan hidup yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini. Bagi pecinta sejarah, budaya Jepang, atau mereka yang mencari ketenangan di pelukan alam, tempat ini menawarkan pengalaman yang tak tertandingi. Sebagai hotel tertua di dunia, Keiunkan tidak hanya memanjakan tamu dengan pemandian air panas dan keramahan, tetapi juga mengajak kita merenung tentang kekuatan waktu dan tradisi yang abadi.




Share:
Next Post Previous Post