Sejarah Pemain Indonesia di Liga Eropa: Dari Masa ke Masa
79percentclock.com - Sepak bola Indonesia mungkin belum menjadi kekuatan besar di panggung internasional, tetapi beberapa pemain dengan darah Indonesia atau kewarganegaraan Indonesia telah berhasil menorehkan jejak di liga-liga Eropa. Baik mereka lahir di Indonesia, memiliki keturunan Indonesia, maupun menjadi warga negara melalui naturalisasi, para pemain ini membuktikan bahwa talenta dari Nusantara mampu bersaing di level kompetisi tinggi. Dikutip dari bolacerdas.id, berikut adalah beberapa nama yang patut dikenang:
1. Emil Audero Mulyadi
Emil Audero adalah salah satu nama yang sering disebut dalam dunia sepak bola Indonesia berkat kariernya di Eropa. Kiper kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 18 Januari 1997 ini memiliki ayah asal Indonesia dan ibu dari Italia. Emil memulai karier profesionalnya di akademi Juventus, salah satu klub raksasa Italia. Ia pernah bermain untuk tim utama Juventus di Serie A sebelum kemudian bergabung dengan Sampdoria, di mana ia menjadi kiper utama. Pada musim 2023/2024, Emil dipinjamkan ke Inter Milan, klub papan atas lainnya di Serie A, dan bahkan mencatatkan penampilan di kompetisi elit tersebut. Meski memiliki darah Indonesia, Emil memilih untuk membela tim nasional Italia di berbagai kelompok usia dan belum menerima panggilan dari Timnas Indonesia.
2. Jay Idzes
Jay Idzes adalah bek tengah yang lahir di Belanda pada 2 Juni 2000, tetapi memiliki keturunan Indonesia dari kakek dan neneknya. Ia memulai karier profesionalnya bersama klub Eredivisie, FC Eindhoven, sebelum pindah ke Go Ahead Eagles pada 2021. Penampilannya yang solid membawanya ke Venezia FC di Serie B Italia pada 2023, dan ia turut membantu klub tersebut promosi ke Serie A untuk musim 2024/2025. Jay resmi menjadi warga negara Indonesia melalui naturalisasi pada Desember 2023 dan telah debut untuk Timnas Indonesia, menunjukkan komitmennya terhadap sepak bola Tanah Air. Keberhasilannya di Serie A menjadikannya salah satu pemain Indonesia pertama yang bermain di liga top Eropa dengan status WNI aktif.
3. Sandy Walsh
Sandy Walsh, kelahiran Brussels, Belgia, pada 14 Maret 1995, adalah pemain keturunan Indonesia yang memiliki darah Belanda dan Indonesia dari garis keturunan ibunya. Ia memulai karier di akademi Anderlecht sebelum bergabung dengan KRC Genk, di mana ia sempat bermain di Liga Belgia (Jupiler Pro League) dan bahkan mencicipi kompetisi Europa League. Setelah itu, Sandy melanjutkan kariernya di klub-klub seperti Zulte Waregem dan kini bermain untuk KV Mechelen, masih di Liga Belgia. Sandy menjadi warga negara Indonesia melalui naturalisasi pada 2022 dan telah menjadi bagian penting dari Timnas Indonesia, membawa pengalaman Eropa ke skuad Garuda.
4. Jordi Amat
Jordi Amat Maas, kelahiran Spanyol pada 21 Maret 1992, adalah bek berpengalaman yang memiliki keturunan Indonesia dari neneknya yang berasal dari Makassar. Jordi memiliki karier cemerlang di Eropa sebelum memilih menjadi WNI pada 2022. Ia pernah bermain untuk Espanyol dan Rayo Vallecano di La Liga Spanyol, serta Swansea City di Premier League Inggris pada musim 2013/2014. Ia juga sempat bermain di Europa League bersama Swansea. Setelah berkarier di Belgia bersama KAS Eupen, Jordi kini bermain untuk Johor Darul Ta’zim di Malaysia, tetapi jejaknya di liga top Eropa tetap menjadi inspirasi. Bersama Timnas Indonesia, ia menjadi kapten dan pilar pertahanan.
5. Mees Hilgers
Mees Hilgers adalah bek muda kelahiran Amersfoort, Belanda, pada 13 Mei 2001, dengan keturunan Indonesia dari ibunya. Ia bermain untuk FC Twente di Eredivisie, liga tertinggi Belanda, dan telah menjadi pemain reguler sejak debutnya pada 2020. Penampilannya yang konsisten membuatnya masuk radar Timnas Indonesia, dan ia resmi dinaturalisasi pada Oktober 2024. Mees bahkan telah bermain di UEFA Europa League bersama FC Twente, menjadikannya salah satu pemain Indonesia pertama yang tampil di kompetisi tersebut dengan paspor Indonesia.
6. Kevin Diks
Kevin Diks, kelahiran Apeldoorn, Belanda, pada 6 Oktober 1996, adalah bek serbabisa dengan darah Indonesia dari ibunya yang berasal dari Maluku. Ia memulai karier di Vitesse Arnhem (Eredivisie) sebelum pindah ke Fiorentina di Serie A Italia pada 2016. Meski lebih banyak dipinjamkan ke klub lain seperti Empoli dan Aarhus GF, Kevin kini bermain untuk FC Copenhagen di Liga Denmark dan sempat tampil di Bundesliga Jerman bersama Bayer Leverkusen pada musim 2024/2025 melalui pinjaman. Kevin menjadi WNI pada 2024 dan telah debut untuk Timnas Indonesia, membawa pengalaman Eropa yang kaya ke tim Garuda.
7. Thom Haye
Thom Haye, kelahiran Amsterdam pada 9 Februari 1995, adalah gelandang keturunan Indonesia dari kakeknya yang berasal dari Sulawesi. Ia memulai karier di AZ Alkmaar, di mana ia bermain di Eredivisie dan Europa League. Thom juga pernah berkarier di Serie B Italia bersama Lecce sebelum kembali ke Belanda untuk memperkuat SC Heerenveen. Ia dinaturalisasi menjadi WNI pada 2024 dan kini menjadi motor penggerak lini tengah Timnas Indonesia dengan visi permainan khas Eropa.
Catatan Tambahan
Selain nama-nama di atas, ada pula pemain seperti Witan Sulaeman dan Egy Maulana Vikri yang pernah bermain di liga Eropa Timur, seperti Slovakia (FK Senica dan ViOn Zlaté Moravce), meskipun liga tersebut tidak termasuk dalam kategori "top 5 liga Eropa." Karier mereka tetap menjadi bukti bahwa pemain asli Indonesia mampu menembus kompetisi internasional.
Kesimpulan
Pemain-pemain ini, baik yang lahir di Indonesia maupun keturunan yang dinaturalisasi, menunjukkan bahwa talenta Indonesia memiliki potensi besar di panggung Eropa. Dari Serie A hingga Premier League, jejak mereka menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk bermimpi besar. Dengan semakin banyaknya proses naturalisasi dan pembinaan pemain lokal, harapan untuk melihat lebih banyak wajah Indonesia di liga-liga top Eropa kian terbuka lebar.